Saya nggak pernah tahu dimana Allah menurunkan rezeki, jadi saya nggak bisa menunggu di satu tempat.
Dan rezeki itu memang bukan ditunggu, harus dijemput karna rezeki tidak ada yang mengantar.
Setiap langkah kita dalam mencari rezeki ada yang menghitungnya, dan jika kita ikhlas dengan semua langkah yang kadang tak menghasilkan apapun itu, cuma ada dua kemungkinan. Kalau tidak Allah mempertemukan kita dengan rezeki di depan sana, biarkan ia menjadi tabungan amal kita nanti.
Tidak semua orang memiliki bekas dari sebuah pengorbanan menjalani kerasnya tantangan dalam menjemput rezeki.
Tidak semua orang harus melalui jalan panjang, panas terik, deras hujan dan bahkan tajamnya kerikil untuk membuka harapan esok pagi.
Tidak semua orang harus teramat sering menggigit jari menghitung hasil yang kadang tak sebanding dengan deras peluh yang berkali-kali dibasuhnya sepanjang jalan.
dan kenapa masih saja saya mengeluh dan tidak mensyukuri segala sesuatunya..
tidak bersyukur bahwa sesungguhnya banyak sekali rahmat dan karunia yang telah diberikan..
Astaghfirullah..
semoga menjadi hamba yang selalu bersyukur, tawadhu', ikhlas, dan istiqomah..
masih saja kumengeluh...
saat-saat sulit itu kembali dan selalu datang..
Malem ini jadi malem terberat sepanjang hidup yang telah aku jalani.
Sebuah persoalan yang dari bulan ke bulan tak juga terselesaikan, tenggelam dalam bejibun persoalan lain yang harus teratasi setiap hari, kini muncul lagi.
entah sudah berapa kali aku berada di titik yang paling rendah..
sudah berapa bulan ini selalu saja masa-masa sulit itu terus datang..
ketika aku bisa melewatinya, akan terus kembali dan selalu datang..
seringkali kuberpikir mau sampai kapan masa-masa sulit itu akan lewat..
mau sampai kapan aku bisa terlepas dari semua masalah yang sama..
iya masalah finansial..
manusiawi.. tapi yang menjadi tidak manusiawi karna semua itu terjadi akibat kebodohan yang telah kulakukan..
Sekian alternatif jalan keluar tampak ada, namun selalu balik ke persoalan semula..
Begitu besar dan berat persoalan ini hingga tak satu pun teman dan saudara bisa membantu..
Aku berada di titik yang paling tak aku suka : titik tidak bisa berbuat apa-apa.
Seorang teman pernah berkata, "Jika suatu saat menghadapi persoalan, lalu tak bisa berbuat apa-apa, ya jangan melakukan apa pun. Tunggu saja seiring dengan waktu semua itu akan terlewati dan terselesaikan dengan sendirinya..”
Benarkah ? Benarkah aku harus diam saja karena memang (rasanya) tak ada yang bisa aku lakukan ?
Benarkah aku harus membiarkan diriku bingung lalu ketika berhenti, tetap saja berada di persoalan yang sama ?
aku tidak tau..
apakah aku kurang bersyukur.. hingga Alloh selalu mengujiku dengan memberikan persoalan hidup yang begitu berat..
apakah aku kurang dekat dengan-Mu, hingga Kau pun selalu memberikanku masalah yang tiada henti..
aku sadar semua ini terjadi karena kebodohanku,
aku juga tidak menyangka akan mengalami peristiwa dan kejadian yang begitu kelam..
kenapa begitu bodohnya aku bisa terjatuh di lubang yang tanpa sengaja aku buat sendiri..
dan penyesalan selalu datang terlambat..
tapi emang demikian adanya..
semua tidak ada kebetulan.. pasti ada hikmah yang terbaik untukku..
karna semua sudah digariskan oleh Alloh sebagai sebuah fase
yang emang harus dilewati.
yang bisa kulakukan terus dan terus sampe sekarang sebagai seorang manusia adalah tetap ikhlas, tawakal, sabar, istiqomah, dan terus ikhtiar mengharap pertolongan dari Alloh..
aku harap tetep bisa sabar dan tegar dalam menghadapi permasalahan hidup..
setidaknya Ramadhan akan kembali hadir menyapa.. semoga akan ada banyak perubahan yang lebih baik dalam hidupku di masa akan datang..
Amin.
Bersyukurlah..
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit yang harus kau lewati,
karena di masa-masa itulah kamu akan tumbuh
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,
karena dengan keterbatasan itu akan memberimu kesempatan untuk berkembang
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,
karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu lakukan,
karena akan mengajarkan pelajaran yang berharga
Bersyukurlah atas luka derita yang kau alami,
karena dengan itulah ketabahan dan kesabaran akan teruji
Bersyukurlah jika kau letih dan lelah, karena dengan demikian berarti kamu telah membuat sebuah perbedaan
Bersyukurlah dengan cinta yang tumbuh di hatimu,
karena dengan cinta itu akan membuatmu tenang dan bahagia
Bersyukurlah atas semua masalah-masalah yang datang menghampirimu…
cincin kawin...
dalam beberapa bulan ini biasanya yang pertama kulakukan kalo ketemu cewek cakep yang masih muda atau akhwat berjilbab langsung melihat jari manisnya..
ada cincin kawinnya gak ?
cincin kawin yang biasa dipasang di jari manis..
ada cincin yang melingkar di jari manis kanan ? kalo ada berarti sudah menikah
ada cincin yang melingkar di jari manis kiri ? kalo ada berarti sudah tunangan
cincin yang biasanya bentuknya polos terbuat dari emas, ada berliannya, warnanya bisa kuning keemasan atau putih perak..
ya itu biasanya yang dipake untuk cincin kawin..
contohnya bisa dilihat di ChristianBauer
tapi kayaknya semua gak berlaku lagi deh..
karena cewek yang udah merit tapi nggak mau pake cincin kawin ternyata nggak sedikit...
sok lajang ? sok imut ? sok cakep kali ?
atau cincinnya udah kekecilan ?
tapi, ada seorang cewek yang sempet memberikan penjelasan yang mendalam tentang makna sebuah cincin kawin..
cincin kawin kan cuman simbol, yang penting ngerasa kalo udah merit, selalu inget kalo udah punya suami di rumah, yang terpenting kan itu..
percuma walopun pake cincin kawin kalo dianya sendiri selalu ngerasa masih lajang..
hmm...
sepertinya saya setuju sama dia..
ngomong-ngomong.. kapan ya saya pake cincin kawin dan kapan pula saya memasangkan cincin kawin itu ya..
menulis..
tak lama berselang aku bertemu dengan Ais.. teman yang sekedar seorang teman.. seorang sahabat yang tetap saja menjadi sahabat.. yang selalu bersemangat tuk sekedar berdiskusi dan bercerita..
ada satu hal yg hilang..
tiada lagi tulisan-2nya yang sekedar masuk ke inbox-ku..
tiada lagi tulisan-2nya di milis..
tiada lagi tulisan-2nya yang dulu begitu menggugahku untuk sedikit demi sedikit bangun, berdiri, berjalan, dan berlari..
yach.. sekarang dia sudah tidak menulis lagi..
alasan yg cukup klise...
aku cukup sibuk untuk sekedar meluangkan waktu untuk menulis..
untuk sekedar membuka komputer, menyentuh tuts keyboard, dan menuangkan isi hati untuk jadi sebuah tulisan..
aku sudah terlalu capek untuk membaca sebuah tulisan atau buku tentang kehidupan..
karna sebenarnya hidup ini beginilah adanya...
terus terang aku cukup terhenyak..
karna aku begitu kehilangan.. aku masih saja haus dengan membaca tulisan2nya..
tapi ternyata semua itu sirna seiring dengan waktu.. iya seiring dengan waktu..
padahal aku masih ingat engkaulah yang pertama kali memperkenalkanku dengan sebuah tulisan catatan harian..
yang selalu mengingatkanku untuk cobalah menulis apa adanya yang kamu rasakan.. pasti di situ akan ada jalan..
dan akupun mencobanya..
ternyata menulis itu indah..
karna dari tulisan itu bisa bercerita dengan jujur tentang diri kita..
tanpa harus ada yang menghakimi ataupun berkomentar..
dari tulisan itu pula kita bisa mereview kembali perjalanan hidup yg telah kita jalani..
apa dan bagaimana dulu kita..
dan setelah kutelusuri lagi..
aku emang sudah jarang sekali menulis..
aku juga tidak memungkiri kalo aku pun juga sudah terlampau sibuk untuk sekedar menulis..
sudah menganggap persoalan hidup tiada henti yang kalo itu ditulis tidak akan pernah selesai..
~~~~~~~~~~~~~
ada sebuah kutipan dari blognya pakde
Selesai menulis, seringkali kita lega, plong, rasanya beban yang tadi menghimpit telah tersingkir begitu saja. Kadang ia juga tidak memberi manfaat seinstan itu, tapi bekerja dengan cara berbeda. Selesai menulis, misalnya, kita seperti menemukan sesuatu yang begitu berharga dalam tulisan kita. Atau, selesai menulis, tiba-tiba kita memperoleh pencerahan, yang tak bakal didapat tanpa menulis dulu. Keduanya bisa menginspirasi kita untuk menyelesaikan sumber permasalahan -- kalau ada.
Memberi kesempatan orang lain buat membaca tulisan kita juga sama artinya membagi persoalan -- ekstremnya seperti pasien curhat pada psikolog atau psikiater. Terima kasih kalau ada yang membagi pengalaman serupa atau membantu mencarikan jalan keluar. Kalau pun tidak, sekurangnya orang yang membaca bakal berempati dan lebih memahami kita.
Kalau tidak percaya, mungkin karena Anda belum mulai menulis. Atau, jarang menulis. Atau, rajin menulis tapi masih belum jujur: tidak membiarkan hati dan otak Anda menggerakkan sendiri jari-jari tangan Anda sesukanya. Kalau itu sudah dilakukan, pasti Anda akan sering terkejut, menyadari begitu banyak hal yang disimpan oleh hati dan otak Anda tanpa pernah disadari keberadaannya.
Mulailah menulis. Lebih rajinlah menulis. Menulislah dengan jujur.
akankah terlalu percaya itu salah...
sebel.. kesal.. dongkol.. nggondhuk.. jengkel..
pedih..
apa aku salah jika percaya dengan orang..
dan apa aku juga salah..
jika ingin 'kita' tetap berteman baik...
tetap menjadi teman yg saling berbagi tanpa adanya penghalang sebuah perasaan..
sakit..
dengan mengatasnamakan "lha wis piye".. masak ada maling teriak maling...
aku tau orang itu tidak akan berubah..
aku juga tau kau pun pernah melakukannya..
aku hanya berharap kau masih bisa berubah dan menyadarinya..
tapi kenapa harus denganku..
dan baru sadar, betapa bodohnya aku..
dipermainkan perasaan hanya karena lagi-lagi embel-embel... kita kan teman baek..
apa salahnya maen bareng, apa salahnya pergi bareng, apa salahnya nonton bareng..
sudahlah...
aku sudah terlalu lelah..
terlalu percaya dengan semuanya..
terlalu mudah percaya..
dan mungkin terlalu mudah mencintai seseorang..
atau mungkin aku kurang begitu gigih untuk berjuang..
aku sudah menyerah dan mundur hanya untuk kebahagiaan seorang teman,
walaupun dengan begitu persahabatan selama 10 tahun menjadi hampa hanya karna cinta...
setidaknya dengan begini aku sadar..
bahwa pada dasarnya orang itu tidak berubah..
sehingga ketika nantinya aku kembali menyukai seseorang, bisa lebih dalam melihat relung hati jiwanya..
tidak seperti yang baru-baru ini kurasakan..
sudah tau kalau orangnya seperti itu.. masih saja dengan gigih berjuang mempertahankannya..
karna masih saja aku berpikir bahwa nantinya dia akan berubah atau mengerti..
nantinya akan semakin dewasa untuk bisa membedakan mana itu pacar, sahabat, teman..
tapi sekali lagi pada dasarnya orang itu tidak akan berubah..
begitu pula jika nanti aku kembali berteman dengan orang..
setidaknya aku bisa lebih tau ketulusan hatinya untuk menjadi orang yg bisa jadi pegangan dan sandaran..
catatan akhir Agustus 2005
pada dasarnya manusia itu tidak berubah...
baru kali ini aku menyadari bahwa ternyata apa yg selama ini kuyakini adalah salah..
ngobrol banyak dengan Ais, perbincangan dengannya ternyata sedikit membawa perubahan yang begitu besar dalam diriku..
ada satu hal yg sampe sekarang aku baru tahu bahwa..
pada dasarnya orang itu tidak berubah..
dulu aku berpikir nobody's perfect.. nggak ada orang yg sempurna.. semua pasti punya kelebihan dan juga kekurangan..
orang juga pasti seiring dengan waktu dan usia akan semakin lama berubah menjadi dewasa..
berubah untuk lebih bijak dalam menyikapi segala permasalahan...
berubah karna tuntutan zaman..
tapi ternyata pada dasarnya orang itu tidak berubah...
karna yang berubah itu hanya di permukaan saja..
seperti halnya sebuah pohon..
yg berubah hanyalah ranting, dahan, dedaunan, dan juga buahnya..
dia akan tumbuh, berkembang dengan sendirinya, memanjang seperti halnya seiring dengan waktu kita pun akan semakin dewasa dan bijak dalam menyikapi hidup..
tapi ada yang tidak berubah, yaitu batang dan akarnya tetaplah sama..
tetaplah berdiri kokoh diterjang angin, panas, hujanpun.. dia akan tetap berdiri dan tidak akan berubah.. batang dan juga akar, semuanya tetaplah sama..
di sini bukanlah hanya watak, karakter, dan juga sifat..
tetapi esensi sebagai seorang manusia yang diciptakan Alloh dengan uniknya..
untuk saling berbagi, tumbuh, dan berkembang di lingkungannya..
iya.. pada dasarnya manusia itu tidak berubah..
begitu halnya dengan diriku..
pada dasarnya aku orang yang begitu mudah jatuh...
begitu rapuh dalam kesendirian..
tapi setidaknya sekarang tidak butuh waktu yang lama untuk kembali sadar dan bangkit,
karna begitulah manusia.. akan berubah menjadi lebih tegar dan bijak seiring dengan waktu
aku sadar sekarang dengan semua temanku dan juga mantan pacarku..
ternyata dari sini aku bisa mengambil garis merah bahwa..
bagaimanapun orang tetep saja dia akan tetap kembali menjadi dirinya sendiri..
keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.. lebih sabar.. lebih rajin.. semuanya hanyalah sesaat..
karna tak kan lama pasti akan kembali semula semuanya..
menanti sebuah jawaban
aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetar
aku tak terpagut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu
sepenuhnya aku ingin memelukmu.
dekap penuh harapan mencintaimu
setulusnya aku kan terus menunggu
menanti sebuah jawaban
tuk memilikimu
betapa penuhnya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tau isi hatiku
dan seiring waktu yang trus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku
song by : PADI
doaku harapanku..
Ya Alloh....
Aku berdoa untuk seseorang yang akan menjadi bagian dari hidupku,
Seseorang yang sungguh mencinta-Mu lebih dari segala sesuatu,
Paras dan daya tarik fisik tidaklah penting,
yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
serta memiliki keinginan untuk dekat dengan-Mu.
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas,
yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku,
yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah,
yang mencintaiku bukan karena faktor fisik tetapi karena hatiku,
yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi,
yang dapat membuatku merasa sebagai seorang sahabat ketika berada di sisinya
Aku tidak meminta orang yang sempurna,
Namun aku meminta orang yang biasa saja, agar aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya,
yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya,
yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya,
yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Dan aku juga meminta..
Buatlah aku menjadi orang yang dapat membuatnya bangga,
tuk mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu,
tuk selalu mampu berdoa untuknya,
tuk dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja,
tuk bisa menjadi pemberi semangat sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari,
dan tuk selalu tersenyum padanya setiap hari.
Dan bilamana akhirnya kami bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna,
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada saat yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan....
Amin...
tentang Jodoh...
Beberapa kali saya menyukai seseorang,
beberapa kali pula saya berpacaran,
orangtua pun ikut menyodorkan calon istri..
tapi saya selalu mengingatkan baru siap menikah setelah usia 27 tahun,
dan itu adalah batas toleransi saya membujang.
Selain belum menemukan calon istri yang cocok, terlalu banyak hal yang belum saya lakukan.
Juga setiap kali pacaran ataupun dekat dengan seseorang, saya selalu menyodorkan rencana ke depan, terutama terkait dengan mimpi-mimpi saya.. dengan idealisme saya..
tapi tak ada yang merespon secara antusias..
ada sih seseorang.. yang sampai sekarang-pun masih kuberharap bisa bersamanya,
tapi yach biarlah Alloh yang mengatur semuanya itu..
toh bila emang diridhoi Alloh, pasti kan ada kelapangan jalan tuk saling didekatkan.
at least,
Pernikahan buat saya bukan hanya sekedar menjalankan perintah Allah, ibadah dan melestarikan keturunan, tapi adalah kontrak sehidup semati, dimana di dalamnya ada pergolakan gagasan, mimpi, obsesi, serta idealisme untuk berguna di lingkungan dimana kelak kami akan tinggal.
Untuk apa jika saya menikah, lalu kami tinggal di sebuah masyarakat, tapi kehadiran kami di sana tidak membawa manfaat ?
Alangkah meruginya kami, Betapa kering hidup kami, hanya menjalani rutinitas belaka.
tentang Jodoh..
saya tak akan memusingkannya lagi, seperti halnya takdir lahir dan takdir mati.
Tak akan mundur atau maju sedetikpun. Saya yakin seseorang di luar sana telah diciptakan Allah khusus untukku.
toh bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan.
Jodoh adalah rahasia Alloh Swt, kapan, bagaimana caranya berjumpa dan siapa dia, terkadang kisahnya benar-benar di luar dugaan.
dan kita tidak akan pernah dapat memastikan hal-hal yang tidak jelas tersebut,
karena sesungguhnya semua ini adalah hanya kuasa Alloh semata..
-->> thanks to G.G, yg tlah beri inspirasi menghadapi getirnya pergulatan hidup
